Posted November 11, 2022

Mengapa Lampu Rem Berwarna Merah?

JAKARTA - Salah satu komponen terpenting pada kendaraan bermotor adalah lampu rem. Setiap kendaraan dilengkapi dengan lampu rem sebagai alat komunikasi dengan pengendara di belakangnya. Ya, lampu rem sendiri berfungsi memberikan tanda saat pengendara melakukan pengereman atau mengurangi kecepatan. Lalu kenapa warna lampu rem identik berwarna merah? Pemilihan warna merah sebagai lampu rem sudah disepakati secara internasional. Hal ini ditetapkan pada Vienna Convention on Road Traffic yang digelar pada tahun 1949. Kegiatan ini merupakan konvensi mengenai kendaraan di jalan raya.

 

Pada dasarnya, mata normal manusia dapat menerima spektrum warna yang panjang gelombangnya sekitar 400-700 nanometer (nm), tanpa merasa terganggu. Sebelum lanjut, kita perhatikan dahulu panjang gelombang dari masing-masing warna berikut :

Ungu, panjang gelombang 380 - 450 nm

Biru, panjang gelombang 450 - 495 nm

Hijau, panjang gelombang 495 - 570 nm

Kuning, panjang gelombang 570 - 590 nm

Jingga, panjang gelombang 590 - 620 nm

Merah, panjang gelombang 620 - 750 nm

 

Berdasarkan data di atas, warna merah memiliki panjang gelombang paling panjang dibandingkan warna lainnya. Karena memiliki panjang gelombang tertinggi, warna merah mudah ditangkap mata manusia dan warna merah tidak mudah terbiaskan jika memantul dengan media lain, seperti air, benda padat, atau kabut. Tingkatan gelombang tersebut menjadikan motorik manusia dapat dengan mudah memahami sekaligus menjadi lebih cepat tanggap dalam menangkap sinyal atau warna lampu yang terdapat di sekitarnya. Jika dikaitkan dengan psikologis, warna merah adalah standarisasi warna yang mudah dimengerti oleh semua pengendara dan sudah disepakati sebagai warna untuk meningkatkan kewaspadaan dalam berlalu lintas.

 

Lalu mengapa lampu sein berwarna jingga?

Pemilihan warna jingga dikarenakan mempunyai panjang gelombang spektrum yang juga panjang, yaitu 590 - 620 nm. Studi National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), sebuah lembaga keselamatan lalu lintas jalan raya Amerika Serikat pada tahun 2008 menunjukkan bahwa tingkat respon pengendara kendaraan meningkat 28% ketika melihat lampu sein berwarna jingga ketimbang lampu sein berwarna merah. Selain itu dalam laporan NHTSA juga ditemukan fakta bahwa penggunaan lampu sein berwarna jingga telah mengurangi risiko kecelakaan sebesar 5,3% di Amerika.

 

Dari fakta-fakta di atas, wajar bila Pemerintah Indonesia mengadopsi hasil konvensi Vienna untuk diaplikasikan dalam tata kelola lalu lintas. Hal tersebut dapat dilihat dalam peraturan mengenai lampu kendaraan yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 48 Ayat 3 tentang Sistem Lampu dan Alat Pemantul Cahaya yang poin-poinnya sebagai berikut :

- Lampu utama dekat berwarna putih atau kuning muda

- Lampu utama jauh berwarna putih atau kuning muda

- Lampu penunjuk arah berwarna kuning tua, dengan sinar kelap-kelip

- Lampu rem berwarna merah

- Lampu posisi depan berwarna putih atau kuning muda

- Lampu posisi belakang berwarna merah

- Lampu mundur dengan warna putih atau kuning muda, kecuali untuk sepeda motor

- Lampu penerangan tanda kendaraan bermotor di bagian belakang berwarna putih

- Lampu isyarat peringatan bahaya berwarna kuning tua, dengan sinar kelap-kelip

 

#nusantarasaktigroup #artikelnsgroup #infoasik #lampurem #lampusein

Share: