Posted November 15, 2022

Mengenal Sistem Kelistrikan Pada Sepeda Motor

JAKARTA - Sistem kelistrikan pada sepeda motor punya peran penting dalam penyaluran arus listrik ke setiap komponen yang memerlukan daya listrik, mulai dari bagian pencahayaan hingga pembakaran atau pengapian. Sistem kelistrikan sepeda motor terdiri dari beberapa komponen, seperti spul, kiprok, dan masih banyak lainnya. Semua komponen tersebut bekerja secara bersamaan untuk mengoptimalkan arus listrik yang berasal dari aki atau battery.

 

Nah untuk mengetahui lebih jauh apa saja dan tugas komponen kelistrikan sepeda motor, yuk dibaca penjelasannya di bawah ini :

1. Kiprok

Kiprok atau biasa disebut rectifier regulator berfungsi menstabilkan tegangan listrik serta mengubah arus listrik. Kondisi kiprok sangat mempengaruhi masa pakai aki sebagai sumber daya listrik. Arus listrik yang melalui kiprok akan distabilkan dan diubah menjadi arus satu arah (dari arus Alternating Current menjadi Direct Current) sebelum dialirkan ke aki.

Selain itu, kiprok juga sebagai penstabil tegangan listrik yang mengalir ke aki. Karena jika arus terlalu besar akan mengakibatkan over change. Sementara jika arus yang mengalir ke aki terlalu kecil, akan menyebabkan aki tekor. Jadi tegangan dan arus yang mengalir ke aki jumlahnya harus dalam kondisi seimbang.

 

2. Spul/Generator

Spul adalah komponen sistem kelistrikan pada sepeda motor sebagai penghasil energi listrik untuk seluruh kebutuhan kelistrikan motor, termasuk mengisi daya aki. Spul menghasilkan arus listrik AC (Alternating Current) atau arus bolak-balik. Energi listrik yang dihasilkan oleh spul kemudian digunakan untuk perangkat motor seperti busi, CDI (Capacitor Discharge Ignition), bola lampu, dan lainnya. Tegangan arus AC dari spul akan diubah terlebih dahulu menjadi DC (Direct Current/arus searah) menggunakan kiprok.

 

3. Kabel bodi

Kabel badan atau biasa disebut kabel bodi jadi salah satu komponen vital pada sebuah rangkaian sepeda motor. Kabel bodi berfungsi untuk menyalurkan listrik dari spul ke aki dan menyebarkannya ke beberapa komponen seperti lampu, electric starter, klakson, dan kunci kontak. Seiring masa pakai sepeda motor, bisa menyebabkan penurunan kinerjanya mengaliri arus listrik. Salah satu cara mempertahankan kinerja kabel bodi adalah dengan rutin melakukan pengecekan.

 

4. Sekring

Komponen kelistrikan pada sepeda motor yang satu ini berfungsi sebagai perangkat keamanan listrik. Dengan sekring, kerusakan komponen kelistrikan akibat hubungan arus pendek bisa dicegah. Sekring bisa memutus arus listrik secara otomatis saat terjadi aliran arus listrik yang tidak stabil atau akibat korslet, sehingga kerusakan tidak menyebar ke komponen lainnya.

 

5. Baterai

Baterai atau aki berfungsi untuk menyimpan listrik. Energi listrik cadangan ini bisa digunakan untuk menghidupkan sepeda motor ketika dinyalakan menggunakan electric starter. Selain itu baterai juga dimanfaatkan untuk mengoperasikan perangkat motor lainnya seperti ECU (Engine Control Unit), CDI, dan lampu. Jika baterai habis akan mempengaruhi kinerja komponen kelistrikan. Hal terburuk adalah sepeda motor tidak bisa dinyalakan.

 

Itulah pengenalan beberapa komponen kelistrikan yang ada pada sepeda motor. Semua komponen memiliki fungsi yang vital. Seiring masa pakai, komponen-komponen tersebut bisa rusak. Namun masa pakainya bisa lebih lama jika perawatan dan pemeriksaan dilakukan secara rutin. Maka bawa sepeda motor Honda kesayangan Sobat ke bengkel AHASS Nusantara Sakti terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan dari mekanik-mekanik kami yang berpengalaman.

 

#nusantarasaktigroup #artikelnsgroup #sistemkelistrikanmotor #perawatanmotor #ahass #ahassnusantarasakti

Share: